Kewirausahaan, motivasi belajar dan hasil belajar siswa

2.2 Kajian Teori

Kajian teori dalam penelitian ini akan menjelaskan tentang teori jiwa kewirausahaan, motivasi belajar dan hasil belajar kewirausahaan.

2.2.1 Jiwa Kewirausahaan (Variabel X1)

Pada saat ini banyak sekolah swasta yang maju dan kualitasnya lebih baik dibanding dengan sekolah negeri, karena tidak terikat dengan alokasi dana dari pemerintah. Hal tersebut menantang sekolah negeri untuk mampu mandiri seperti sekolah swasta. Oleh karena itu, guru dan kepala sekolah harus memahami prinsip kewirausahaan, kemudian mengembangkan serta memasukkannya dalam program sekolah. Dalam implementasi KTSP, program kewirausahaan dapat dikembangkan melalui pengembangan diri dan/atau melalui muatan lokal. Pada awalnya mungkin hal ini sulit untuk dilakukan, tetapi jika kita berani memulainya, meskipun perlahan namun pasti, tidak menutup kemungkinan lahirnya para wirausahaan muda dan terdidik dari sekolah-sekolah yang mempersiapkannya.

Wirausaha menurut Hisrich&Peters (2002) adalah berbicara mengenai “perilaku”, yang mencakup pengambilan inisiatif, mengorganisasi, dan mereorganisasikan mekanisme sosial dan ekonomi terhadap sumber dan situasi ke dalam praktik, dan penerima resiko atau kegagalan. Para ahli ekonomi mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang dapat meningkatkan nilai tambah terhadap sumber, tenaga kerja, alat, bahan, dan asset lain, serta orang yang memperkenalkan perubahan, inovasi, dan cara-cara baru.

Berwirausaha di sekolah berarti memadukan keperibadian, peluang, keuangan, dan sumber daya yang ada dilingkungan sekolah guna mengambil keuntungan. Kepribadian ini mencakup pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku. Steinhoff (2003) dalam Mulyasa (2008:111-112) merangkan karakteristik kepribadian wirausaha sebagai berikut.

  1. Memiliki kepercayaan diri (self confidence) yang tinggi, terhadap kerja keras, mandiri, dan memahami bahwa resiko yang diambil adalah bagian dari keberhasilan. Dengan modal tersebut mereka bekerja dengan tenang, optimis, dan tidak dihantui oleh rasa takut gagal.
  2. Memiliki kreativitas diri (self creatifity) yang tinggi dan kemampuan mencari jalan untuk merealisasikan berbagai kegiatannya melalui kewirausahaan.
  3. Memiliki pikiran positif (positive thinking), dalam menghadapi suatu masalah atau kejadian, dan melihat aspek positifnya. Dengan demikian, mereka selalu melihat peluang dan memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan yang dilakukan.
  4. Memiliki orientasi pada hasil (output oriented) sehingga hambatan tidak membuat mereka menyerah, tetapi justru tertentang untuk mengatasi sehingga mencapai hasil yang diharapkan.
  5. Memiliki keberanian untuk mengambil resiko, baik resiko terhadap kecelakaan, kegagalan, maupun kerugian. Dalam melaksan tugas, pribadi wirausaha tidak takut gagal atau rugi sehingga tidak takut melakukan pekerjaan, meskipun dalam hal baru.
  6. Memiliki jiwa pemimpin, yang selalu ingin mendayagunakan orang dan membimbingnya, serta selalu tampil ke depan untuk mencari pemecahan atas berbaai persoalan, dan tidak membebankan atau menyalahkan orang lain.
  7. Memiliki pikiran orisinal, yang selalu punya gagasan baru, baik untuk mendapatkan peluang maupun mengatasi masalah secara kreatif dan inovatif.
  8. Memiliki orientasi ke depan, dengan tetap menggunakan pengalaman masa lalu sebagai referensi, untuk mencari peluang dalam memajukan pekerjaannya.
  9. Suka pada tantangan, dan menemukan diri dengan merealisasikan ide-idenya.

2.2.2 Motivasi Belajar (Variabel X2)

Sutikno (2008) motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.

Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.

• Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.

• Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.

Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.

Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.

Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:

1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.

2. Hadiah. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.

3. Saingan/kompetisi. Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

4. Pujian. Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.

5. Hukuman. Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.

6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.

7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik

8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok

9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan

10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran

Hamzah Uno (2008:23) menjelaskan motivasi belajar merupakan dua hal yang saling memengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relative permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat  dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan factor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Tetapi harus diingat, kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu, sehingga seseorang berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan semangat.

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indicator atau unsure yang mendukung. Hal itu mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Indikator motivasi belajar menurut Hamzah Uno (2008:23) dapat diklasifikasikan sebagai berikut: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil; (2) adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar; (3) adanya harapan dan cita-cita masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar; (6) adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.

2.2.3 Hasil Belajar Siswa (Variabel Y)

Menurut Dimyati dan Mudjiono, hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar.

Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.

Menurut Oemar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.

Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. Perinciannya adalah sebagai berikut:

1. Ranah Kognitif

Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.
2. Ranah Afektif

Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
3. Ranah Psikomotor

Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati).

Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.

Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi.

Howard Kingsley membagi 3 macam hasil belajar:
a. Keterampilan dan kebiasaan
b. Pengetahuan dan pengertian
c. Sikap dan cita-cita

Pendapat dari Horward Kingsley ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa tersebut.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disintesiskan bahwa hasil belajar adalah suatu penilaian akhir dari proses dan pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang. Serta akan tersimpan dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak akan hilang selama-lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan merubah cara berpikir serta men

DAFTAR PUSTAKA

Hamzah Uno (2007). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di bidang pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasibuan (1999). Manajeme Sumber Daya Manusia. Jakarta: Gunung Agung.

Husein Umar (2003). Metode Penelitian Skripsi dan Thesis Bisnis. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Kuncoro, (2004). Metode Kuantitatif. Yogyakarta: UPP-AMP YKPN.

Undang Undang  Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (www.Indonesia.go.id)

Peraturan Pemerintah no. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional  Pendidikan

www.hotlinkfiles.com

(www.pikiran-rakyat.com).

ghasilkan perilaku kerja yang lebih baik.

3 Tanggapan to “Kewirausahaan, motivasi belajar dan hasil belajar siswa”

  1. Motivasi belajar Says:

    Makasih buat motivasinya, salam sukses

  2. Wirausaha Mandiri Says:

    Wirausaha adalah sebuah pendakian! Pengarungan Alam liar! Bertahan Untuk Menang! Mundur untuk Maju! Kalah untuk Mengalahkan!

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: