Point of Purchase Display Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen

Saat ini pasar telah dipenuhi oleh berbagai macam produk. Produsen harus dapat meyakinkan pelanggan untuk memilih produk yang ditawarkan. Trend Self-service dan self-selection yang diciptakan oleh Distro di kota Bandung membuat para pelaku bisnis distro menyadari perlunya mengkomunikasikan produknya kepada pelanggan.

Menurut Kotler (2000:520) retailing didefinisikan:

Retailing includes all the activities involved in selling goods or services directly to final consumers for their personal non business use”.

Dari definisi di atas penulis dapat beranggapan bahwa penjualan eceran adalah semua kegiatan yang melibatkan penjualan barang atau jasa secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi, bukan bisnis.

Ragam produk yang dijual di distro adalah berbagai jenis produk pakaian, dari pakaian anak, remaja, bahkan pakaian dewasa.

Dalam hal ini loyalitas pelanggan paling minim, karena biasanya pelanggan tidak membutuhkan banyak pertimbangan saat melakukan pembelian dan ada kecenderungan untuk mencoba produk baru.

Dari definisi di atas dapat dilihat bahwa tujuan promosi adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan, membujuk dan meyakinkan. Promosi bersifat membujuk serta mempengaruhi sikap konsumen agar tertarik, berkeinginan untuk mencoba, hingga akhirnya menggunakan produk yang dipromosikannya. Menurut Kotler yang dialih bahasakan oleh Ancella Anitawati Hermawan (2002:643) pengelompokan promosi adalah:

  1. Advertising

Yaitu bentuk penyajian non personal dari promosi ide, barang dan jasa oleh sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.

  1. Sales promotion

Yaitu intensif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau melakukan pembelian produk atau jasa.

  1. Personal selling

Yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan. Personal selling merupakan alat promosi yang tepat untuk menanamkan pilihan pembeli, keyakinan pembeli dan tindakan pembeli.

  1. Direct marketing

Yaitu penggunaan surat, telepon, dan alat penghubung non personal lainnya untuk berkomunikasikan dengan atau mendapat respon dari pelanggan dan calon pelanggan tertentu.

  1. Public relation

Yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan atau untuk melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.

“Promosi penjualan merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh pemasar. Sebagai salah satu elemen bauran promosi, promosi penjualan merupakan unsure penting dalam kegiatan promosi produk”, (Sutisna, 2003:229). Sebagai salah satu bentuk aktivitas sales promotion, diplay dapat berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan suatu produk dengan cara memanjang beragam produk yang akan dijual lewat penyajian menarik. Menurut Buchari Alma (2002:189), mengidentifikasikan display sebagai berikut:

“Display adalah keinginan membeli sesuatu, yang tidak didorong oleh seseorang tapi didorong oleh daya tarik, atau oleh penglihatan ataupun oleh perasaan lain”.

Berdasarkan definisi diatas, dapat diambil inti dari pengertian display, yaitu diplay merupakan suatu usaha dari penempatan produk yang akan dijual dekat atau pada titik penjualan, untuk menarik perhatian konsumen agar para pembeli mudah mengamati, memeriksa dan memilih barang-barang tersebut dan akhirnya melakukan pembelian.

Display dibedakan menjadi exterior display, window display, interior display. Interior display adalah display yang ditempatkan dalam ruangan dengan maksud untuk meningkatkan penjualan sekaligus memberikan kemudahan berbelanja bagi pelanggan. Menurut Terence A. Shimp (2003:321) interior display terbagi atas assortment display, display point of purchase, dan fashion display. Point of Purchase Display disediakan oleh produsen untuk mempromosikan produknya ditempat penjualan retailer. Point of Purchase Display dapat digunakan untuk menarik perhatian pelanggan, memberikan informasi mengenai suatu produk, menimbulkan minat dan keinginan pelanggan untuk melakukan keputusan pembelian.

Terence A. Shimp (2003:323) mengemukakan Point of Purchase Display memiliki beberapa unsure yang terdapat didalam suatu promosi. Unsur-unsur tersebut yaitu:

  1. 1. Mobile display

Daya tarik produk yang memberikan keterangan mengenai produk yang berada dibawahnya.

  1. 2. Cut Case Display

Daya tarik yang dipajang sehingga memudahkan konsumen untuk melihat dan menyentuh produk secara langsung.

  1. 3. Rack display

Daya tarik produk yang dipajang pada rak.

  1. 4. Floor display

Daya tarik produk yang dipajang dalam bentuk yang bermacam-macam dan biasa ditempatkan di lantai.

  1. 5. Shelf display

Daya tarik produk yang dipajang dalam posisi yang agak menonjol keluar dari display.

Dalam melakukan kegiatan pemasaran perusahaan harus memahami sikap konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Point of Purchase Display yang baik diharapkan mampu menimbulkan stimulus yang mempengaruhi pelanggan di dalam mengambil suatu keputusan produk mana yang akan dipilihnya dan memutuskan untuk melakukan pembelian. Definisi keputusan pembelian menurut Kotler yang di alih berdasarkan Ancela Anitawati Hermawan (2000:29) adalah sebagai berikut:

“Keputusan pembelian adalah suatu proses yang diambil seseorang menyangkut kepastian untuk membeli atau tudaknya suatu produk tertentu”.

Setiap produsen yang melakukan bentuk promosi apapun di Swalayan tentu berusaha untuk dapat menyita perhatian konsumen. Produsen dapat engkomunikasikan produknya melalui retailer kepada pelanggan dalam bentuk Point of Purchase Display. Point of Purchase Display yang menarik dapat menggugah rasa ingintahu konsumen akan suatu produk, menggoda konsumen untuk mencoba suatu produk, bahkan menimbulkan keinginan untuk dapat memiliki produk yang dipromosikan.

Suatu produk yang didukung oleh Point of Purchase Display mempunyai posisi yang lebih kuat dalam mempengaruhi konsumen didlam memilih produk yang akan dibeli. Bila seorang konsumen tertari untuk melihat suatu produk, maka terbuka kemungkinan terbentuk keinginannya untuk melakukan pembelian atas produk yang dipromosikan. Menurut Terence A. Shimp (2000:334) mengemukakan bahwa:

“produsen bergantung pada display merchandise untuk membantu terjadinya atau terealisasinya penjualan akhir”.

About these ads

9 Tanggapan to “Point of Purchase Display Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen”

  1. Hafiz Says:

    Terimakasih, tulisan ini membantu saya dalam penulisan tesis saya di MIIP Unpad. Semoga konsep POP dapat menjadi bagian dalam dunia perpustakaan di tanah air.. Salam Sukses.. :)

  2. Paulina Kus Ariningsih Says:

    bagaimana jika saya hendak mensitasi dokumen ini, mohon pencerahannya?

  3. Ina Tiara Says:

    Terima kasih Bapak..atas artikelnya..:)

    untuk buku Terrence A. Shimp judulnya apa ya..? :)

    regards,
    Tiara

  4. Ina Tiara Says:

    terima kasih…:)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: