PEDOMAN PENGOLAHAN PUSTAKA UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PASUNDAN

oleh: Hilman Firmansyah

Koleksi buku-buku yang terdapat di perpustakaan itu akan menjadi sia-sia saja andaikata para pembaca maupun para petugas perpustakaan sendiri menghadapi kesukaran untuk mencari dan menemukan suatu buku yang dibutuhkan segera. Oleh karena itu, si pembaca ataupun si petugas perpustakaan tersebut memerlukan suatu alat atau sistem tertentu yang menolongnya dalam mencari dan menemukan bahan-bahan yang diperlukannya dari antara kumpulan buku-buku dalam koleksinya. Alat atau sistem inilah yang merupkan kunci akan segala isi kekayaan suatu perpustakaan.
Umumnya, setiap individu yang mencari suatu buku di perpustakaan pasti akan mencarinya dibawah salah satu dari tiga aspeknya, yakni: a) nama pengaranya, b) judul buku, c) subjeknya. Oleh karena itu kunci tadi harus dapat mencerminkan setidak-tidaknya ketiga aspek dari buku ini agar setiap orang akan mudah mencari semua bahan yang dibutuhkannya dari perpustakaan. Dalam dunia perpustakaan, kunci tersebut disebut katalog.
Katalog adalah daftar bahan-bahan yang ada di perpustakaan, yang disusun menurut suatu sistem tertentu secara alfabetis ataupun sistematis untuk memudahkan mencari dan menempatakan kembali bahan-bahan yang dibutuhkan oleh para pembaca serta petugas perpustakaan. Bentuk fisik katalog ini rupa-rupa, yakni ada yang mempunyai bentuk sebagai buku ataupun lembaran-lembara lepas (loose leaf) yang kemudian dijiliid, dan ada pula katalog yang berbentuk kartu (card catalog) yang paling lazim di pakai di perpustakaan.
Keterangan-keterangan yang dibutuhkan, dari suatu buku, yang harus dicantumkan pada kartu katalog itu, setidak-tidaknya harus dapat memberikan keterangan tentang:
1. Nama pengarang secara lengkap;
2. Judul bukunya disertai subjudulnya;
3. Edisinya, jika ada;
4. Tempat penerbitan dan nama penerbitnya;
5. Tahun diterbitkannya buku itu; jika tidak ada, harus diusahkan tahun copyright-nya;
6. Jumlah halamannya; bila buku tersebut diterbitkan secara berjilid, maka yang disebut adalah jumlah jilidnya;
7. Keterangan-keterangan lainnya, misalnya gambar, peta, table, dan seterusnya;
8. Nomor kode buku tersebut yang menyatakan tempat buku itu pada raknya (dalam hal ini disebut pula call number buku tersebut) yang biasanya dicantumkan pada ujung sebelah kiri kartu katalognya
9. ISSBN

Contoh Katalog:
Katalog Utama:
320
Fir Firmansyah, Hilman
P Politik mahasiswa / Hilman Firmansyah.—Edisi 7.-
Bandung: Unpas, 2004.
Xii, 250 p.: il.: 22 cm.
ISBN : 97999999999
No. Induk: 2500

1. Judul 2. Subjek

Katalog Judul:
Politik mahasiswa
320
Fir Firmansyah, Hilman
P Politik mahasiswa / Hilman Firmansyah.—Edisi 7.-
Bandung: Unpas, 2004.
Xii, 250 p.: il.: 22 cm.
ISBN : 97999999999
No. Induk: 2500

1. Judul 2. Politik

Katalog Subjek:

Politik
320
Fir Firmansyah, Hilman
P Politik mahasiswa / Hilman Firmansyah.—Edisi 7.-
Bandung: Unpas, 2004.
Xii, 250 p.: il.: 22 cm.
ISBN : 97999999999
No. Induk: 2500

1. Judul 2. Subjek

MENGKLASIFIKASI BUKU

Definisi: penyusunan bahan-bahan atau barang-barang menurut persamaan dan ketidaksamaannya. Karena buku-buku itu sendiri berisi gagasan atau pengetahuan manusia, maka mengklasifikasikan buku-buku sama saja artinya dengan menggolong-golongkan ilmu pengetahuan manusia. Akan tetapi, untuk perpustakaan, menggolongkan ini harus dengan penyesuaian-penyesuaian yang perlu atas bentuk fisik buku-buku tadi. Dan ini adalah prinsip yang utama dalam Dewey Decimal Classification.

Tujuan: agar buku-buku yang mempunyai subjek yang sama terkumpul menjadi satu, dan di samping itu, buku-buku dengan subjek-subjek yang saling berhubungan, berdekatan, atau bertalian, hendaknya terletak saling berdekatan.

Menurut Melvil Dewey, sebagaimana bunyi judul bukunya Decimal Classification, semua ilmu pengetahuan manusia itu dapat dibagi ke dalam sepuluh golongan yang besar, masing-masing golongan tadi lalu dibagi lagi ke dalam sepuluh golongan bagian (division) yang lebih kecil, masing-masing bagian ini pun dapat dipecah lagi menjadi sepuluh seksi yang lebih kecil lagi, dan begitupun selanjutnya. Kesepuluh golongan yang pertama adalah:

100 – Phylosophy (filsafat)
200 – Religion (agama)
300 – Social Science (ilmu-ilmu kemasyarakatan)
400 – Language (bahasa)
500 – Pure science (ilmu pengetahuan alam dan pasti)
600 – Technology (teknologi)
700 – The arts (seni, arsitektur dan olah raga)
800 – Literature (kesusastraan)
900 – History (Sejarah dan peradaban)
000 – General works (karya-karya umum)

PENGOLAHAN PUSTAKA

Setelah dicatat dalam daftar induk, pustaka yang diterima selanjutnya dikatalogkan dan diklasifikasi untuk memudahkan penempatan dan penemuannya kembali. Pengatalogan pustaka adalah kegiatan mencatat data bibliografi pustaka menurut aturan baku yang berlaku di perpustakaan. Pengklasifikasian merupakan kegiatan menggolongkan pustaka menurut kelas bidang ilmunya.

Perkakas pengolah pustaka

Untuk mengkatalogkan dan mengklasifikasi pustaka diperlukan perkakas pengolah pustaka sebagai berikut:

Untuk mengkatalogkan pustaka:
1. Anglo-American Cataloguing Rules (AACR)
2. Standar deskripsi untuk monografi
3. Standar deskripsi untuk terbitan berseri
4. Peraturan katalogisasi Indonesia
5. Format MARC INDONESIA (INDOMARC)
6. Standar penentuan tajuk entri

Untuk mengklasifikasi:

1. Dewey decimal classification (DDC)
2. Daftar perluasan DDC yang dikembangkan khusus untuk Indonesia.

Disamping itu diperlukan buku rujukan sebagai berikut:
1. bibliografi
2. kamus

Prosedur

Pengatalogan dan pengklasifikasian pustaka dapat dilakukan secara manual atau dengan komputer.

Pengolahan secara manual
1. mengisi buram katalog (T-slip) dengan data bibliografi
2. memeriksa buram katalog dengan katalog biang untuk menghindari pengatalogan rangkap
3. mengklasifikasi pustaka baru
4. mengetik kartu katalog, kocek buku dan label
5. menempel kocek buku, lembar tenggat kembali, dan label buku pada buku
6. menyerahkan pustaka ke bagian pelayanan
7. menangkil kartu katalog
8. membuat statistik.

Pustaka non buku tidak diberi kocek, tetapi labelnya diberi tanda khusus, misalnya K untuk kaset, S untuk slaid, M untuk mikrofis, CD untuk koleksi CD ROOMS.

Pengolahan dengan komputer
1. mengisi lembar kerja
2. memeriksa pangkalan data
3. memasukkan data bibliografi ke komputer
4. mencetak rekaman komputer dalam format kerta komputer atau kartu katalog khusus
5. mengetik kartu katalog, kocek buku, dan label, dan menempelkan pada buku.
6. menyerahkan pustaka pada bagian pelayanan
7. menangkil kartu katalog.

Sarana kerja

Untuk kegiatan pengolahan pustaka diperlukan sarana kerja sebagai berikut:
1. kartu katalog buku
2. girik buku, kocek buku, lembar tenggal, dan label
3. kartu majalan/kardeks
4. disket dan kertas komputer beserta perangkat lunaknya
5. lembari katalog
6. rak buku *)
7. rak majalah *)
8. rak khusu peta *)
9. rak surat kabar *)
10. kotak majalah
11. kotak/lemari/ rak khusus untuk pustaka non-buku*)
12. meja dan kursi kerja
13. komputer dan printer beserta perangkat lunaknya
14. mesin tik
15. mesin stensil
16. alat baca pustaka*)
17. proyektor*)
18. video player*)
19. cassette player*)
dll.
*) penempatannya tidak perlu di bagian pengolahan pustaka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: