Peran dan fungsi pustakawan terhadap pendidikan di Indonesia

Pembangunan di bidang pendidikan sampai saat ini masih menjadi prioritas utama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi barometer kemajuan suatu bangsa. Setiap kebijakan pemerintah dalam pendidikan mengacu kepada suatu upaya strategi pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan memberikan arah kepada lembaga-lembaga di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional untuk melaksanakan program-program operasional di tingkat implementasi.

Berdasarkan laporan dari United Nations Development Program (UNDP) tahun 2004 dan 2005, menyatakan bahwa Indeks pembangunan manusia di Indonesia ternyata tetap buruk. Tahun 2004 Indonesia menempati urutan ke-111 dari 175 negara ditambah wilayah khusus Hong Kong dan wilayah pendudukan Palestina yang diteliti Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sedangkan tahun 2005 IPM Indonesia berada pada urutan ke 110 dari 177 negara. Posisi tersebut tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Berdasarkan IPM 2004, Indonesia menempati posisi di bawah negara-negara miskin seperti Kirgistan (110), Equatorial Guinea (109) dan Algeria (108). Data yang termuat dalam situs http://www.undp.org/hdr2004 terasa menyakitkan jika posisi Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara anggota ASEAN lainnya. Singapura (25), Brunei Darussalam (33) Malaysia ( 58), Thailand (76), sedangkan Filipina (83). Indonesia hanya satu tingkat di atas Vietnam (112) dan lebih baik dari Kamboja (130), Myanmar (132) dan Laos (135) (http://www.suara pembaruan.com/16 juli 2004 dan Pan Mohamad Faiz. 2006).

Dari permasalahan pendidikan tersebut, peran dan fungsi pustakawan sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan IPM Indonesia, diantaranya dengan melakukan upaya peningkatan penyediaan informasi pengetahuan dan sebagai agen informasi terdepan di tanah air. Banyak sekali informasi pengetahuan dapat diberdayakan di perpustakaan. Sekecil apa pun informasi, bila dapat diberdayakan akan dapat bermanfaat yang berarti bagi para penggunanya. Tak dapat dipungkiri bahwa di perpustakaan terdapat  banyak sekali ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menuntun masyarakat indonesia baik penelitia, akademisi, maupun masyarakat lainnya ke arah yang lebih maju.

Selamat berjuang pustakawan, semoga kreativitas dan inovasi senantiasa berkibar dalam jiwa pustakawan.

praktisi informasi dan pustakawan

praktisi informasi dan pustakawan

4 Tanggapan to “Peran dan fungsi pustakawan terhadap pendidikan di Indonesia”

  1. Peran dan fungsi pusatakawan terhadap pendidikan di Indonesia … Says:

    […] Peran dan fungsi pusatakawan terhadap pendidikan di Indonesia … […]

  2. antares Says:

    saya pikir, seorang pustakawan bukan hanya oranng yang memahami buku saja, namun juga seorang yang mampu memberikan pandangan dan jawaban pada pertanyaan-pertnyaan mengenai suatu buku dari masyarakat umum.

  3. intanghina Says:

    betul sekali, pustakawan saat ini dituntut untuk mengembangkan pengetahuannya baik di bidang informasi maupun teknologi, bahkan pustakawan harus bisa membantu sicivitas akademika ataupun masyarakat yang melakukan penelitian.

  4. intanghina Says:

    betul sekali, bahkan pustakawan saat ini dituntut untuk selalu mengembangkan pengetahuannya baik di bidang informasi pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat membantu pemustaka di perpustakaan, baik kalangan sivitas akademika maupun masyarakat umum.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: