Poin Penting Raker FPPT Jabar 2009

POINT PENTING

RAKER FPPT JABAR 2009

Alhamdulillah Raker FPPT Jabar yang didukung penuh oleh Badan Perpustakaan dan
Kearsipan Jawa Barat, serta partisipasi anggota dan pengurus FPPT JABAR, serta simpatisan lainnya berhasil dengan sukses. Jumlah peserta lebih dari 100 orang
berasal dari perpustakaan anggota forum, dan panitia Raker baik dari BAPUSIPDA
maupun FPPT JABAR. Beberapa poin yang berhasil dicatat dalam raker tersebut
sebagai berikut:
1. Sekda Propinsi Jabar berharap kontribusi aktif dari FPPT JABAR dalam mencapai
IPM JABAR 80 pada 2010. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan globalisasi
informasi peran strategis perpustakaan sangat dibutuhkan untuk turut
mencerdaskan masyarakat Jawa Barat, dengan meningkatkan minat budaya baca
masyarakat.
2. BAPUSIPDA sebagai lembaga pembina berbagai jenis perpustakaan di Jawa Barat,
sekaligus sebagai pembina FPPT JABAR menyatakan bahwa Perpustakaan Perguruan
tinggi merupakan mitra sejajar BAPUSIPDA, untuk itu diharapkan peran
perpustakaan perguruan tinggi dapat membantu BAPUSIPDA untuk meningkatkan
pendidikan masyarakat melalui seminar, lokakarya dan rapat kerja forum
perpustakaan.
3. Kebijakan DIKTI yang disampaikan oleh Ibu Luki Wijayanti, Dra. M.Si.
memberikan paparan, bahwa saat ini DIKTI sedang mamacu perguruan tinggi di
Indonesia untuk masuk dalam Word Class University (WCU), diantaranya dengan
berbagai kebijakan dan bantuan bagi PTN/PTS. Untuk meningkat SDM perguruan
tinggi DIKTI telah menyediakan dana yang sangat besar untuk bea siswa bagi
tenaga kependidikan yang di dalamnya adalah pustakawan, namun sampai saat ini
program tsb. kurang direspon oleh pustakawan, ataupun lembaga yang menaungi
pustakawan, hanya staf pengajar lah yang memanfaatkan program tsb. Oleh karena
itu pustakawan diharapkan bergerak aktif untuk mencari informasi tentang bea
siswa tsb. Di samping itu untuk mendukung PTN/PTS masuk dalam WCU Dikti pada
bulan Mei 2009 akan melanggan journal online yang dapat diakses oleh perguruan
tinggi di Indonesia, dan diharapkan setiap PT untuk menyampaikan IP adress
masing-masing ke DIKTI.
4. Adapun kebijakan BAPUSIPDA yang dipaparkan oleh Kepala BAPUSIPDA Jabar Bapak
H. Dedi Junaedi, Drs. MSi. memaparkan diantaranya membangun wadah komunikasi
antar semua jenis perpustakaan melalui pembentukan dan pemberdayaan FPPT, Forum
Perpustakaan Umum Kab./Kota. Selanjutnya, ka BAPUSIPDA mengatakan isue
strategiss bidang perpustakaan: perpustakaan untuk kita semua; rendahnya
apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan; rendahnya minat baca masyarakat;
rendahnya daya beli masyarakat yang berimplikasi terhadap tidak terjangkaunya
membeli bahan bacaan; dll. BErdasarkan isu strategis tersebut BAPUSIPDA
mengharapkan peran sentral perpustakaan perguruan tinggi melalui FPPT Jabar.
5. Kriteria Perpustakaan menuju WCU versi ASIA menurut pemaparan Ibu Nanan
(Kepala Perpustakaan ITB) adalah:
a. Jumlah bahan perpustakaan : > 1.000.000 eks.
b. Rasio jumnlah buku dengan sivitas akademik adalah 1 : 100
c. Jumlah online database yang dilangggan/dapat diakses > 300 database
d. Memiliki akses terhadap e-book > 10.000 judul
e. Pengadaan buku per tahun maksimum 100.000 eks.
f. Menyimpan seluruh karya sivitas akademik > 90 %.
Menganalisis dari kriteria tsb. memang sangat sulit, namun perpustakaan PT harus
berupaya keras untuk meningkatkan kinerja perpustakaan. Dan yang paling
memungkinkan adalah point 5.f tsb., sehingga seluruh koleksi sivitas dapat
disimpan di perpustakaan, dan dapat diinformasikan bagi masyarakat luas, baik
regional maupun internasional.
6. Menurut pemaparan Bapak Beni Rio Hermanto untuk mewujudkan langkah awal
menuju WCU adalah dengan teknologi informasi di perpustakaan, baik automasi
perpustakaan, maupun perpustakaan digital. Dengan semakin cepatnya perkembangan
informasi, perpustakaan harus bisa mengimbangi cepat arus informasi dengan
memanfaatkan teknologi informasi di perpustakaan. Di samping itu diharapkan
terjalin kerjasama antar perpustakaan baik melalui katalog induk (catalogue
online), maupun silang layan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pelayanan bagi
pemustaka, sehingga layanan bisa lebih cepat, dan tepat.
7. Pertemuan Raker tsb. menghasilkan 10 rekomendasi bagi pengembangan
perpustakaan perguruan tinggi, BAPUSIPDA dan meningkatkan peran perpustakaan dan
masyarakat untuk meningkatkan budaya baca dan masyarakat JABAR yang cerdas.

Demikian poin penting yang berhasil dihimpun pada Raker FPPT Jabar.
Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perpustakaan,
masyarakat dan pembangunan pendidikan di Jawa Barat.

Bandung, 1 Mei 2009

(Reportase “Hilman Firmansyah” Bidang Kerjasama FPPT Jabar dan Kepala UPT Perpustakaan UNPAS)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: