Pelatihan Kompetensi Pustakawan

Pelatihan ini merupakan kegiatan Direktorat Akademik Dirjen Pendidikan Tinggi yang diselenggarakan di 12 Wilayah Kopertis.

Adapun peserta pelatihan pada tanggal 28-31 Mei 2009 yang bertempat di Hotel Topas Bandung terdiri dari 20 Perguruan Tinggi yang diundang Dikti, baik Swasta maupun Negeri di wilayah Propinsi Jawa Barat dan Banten.

Alhamdulilah pada kesempatan ini Universitas Pasundan diberikan kepercayaan mengikuti pelatihan tersebut.

Dirjen Dikti mengamanatkan pada semua peserta agar dapat mengaplikasi materi pelatihan di masing-masing perguruan tinggi peserta. Di samping itu harapan Dikti para peserta dapat berperan aktif menyeberluaskan informasi materi hasil pelatihan kepada Perguruan Tinggi lain, yang belum diberikan kesempatan oleh Dikti.

Untuk menindaklanjuti keinginan Dirjen Dikti,tsb.  para peserta bersepakat untuk meneruskan kegiatan ini pada pertemuan rutin Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi wilayah Jawa Barat dan Banten.

Berikut diinformasikan ringkasan materi pelatihan Kompetensi Pustakawan dan beberapa poin yang sangat penting bagi pengembangan perpustakaan:

  1. Ethics & Social Aspects of Information: Topik

UU Kebebasan Informasi Publik

UU Informasi dan Transaksi Elektronik

Freedom to Read (ALA)

Library Bill of Rights (ALA)

Kode Etik Pustakawan (IPI)

Hukum terkait Informasi di USA

Diskusi

Materi

* Larangan distribusi atau transmisi informasi dalam UU ITE:

a. Melanggar kesusilaan

b. Bermuatan perjudian

c. Bermuatan penghinaan/pencemaran nama baik

d. Bermuatan pemerasan/pengancaman

e. Bermuatan berita bohong/menyesatkan &; ada aspek merugikan

f. Menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu/kelompok; SARA

* Larangan melakukan aktivitas berikut:

a. Unauthorized access; terlepas dari tujuannya

b. Pencurian data

c. Hacking (menjebol sistem pengamanan)

d. Intersepsi atau penyadapan informasi

e. Melakukan sesuatu terhadap (tamper with) sistem/informasi/dokumen elektronik yang bukan miliknya

f. Membantu upaya-upaya di atas dengan menyediakan hardware, software, dan/atau kode akses (kecuali untuk penelitian, pengujian, dan perlindungan sistem)

g. Memalsukan dokumen elektronik

  1. 2. Pelayanan Prima

Usaha yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam membantu kebutuhan pemustaka dengan sikap profesional dan mampu memberikan nilai keunggulan dengan sikap kompetitif yang sehat untuk mewujudkan visi universitas sebagai academic excellence.

Tiga komponen utama yang harus dimiliki perpustakaan dalam melaksanakan
pelayanan prima:

  1. Pemberdayaan sumber daya insani dan sumber daya non-insani (human resources and non-human resources).
  2. Pelayanan yang tidak bersifat menunggu (services).
  3. Pemberdayaan pemustaka (users’s empowering).
  1. 3. TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Transformasi adalah perubahan yang bersifat struktural, secara bertahap,
total,dan tidak bisa dikembalikan lagi ke bentuk semula (irreversible)
Transformasi di perpustakaan terutama dari segi fungsi, SDM, dan fasilitas.
Transformasi yang perlu dilakukan pepustakaan:
a. Perpustakaan menangkap Peluang Baru dengan AddingValues,

b.Streamlining, Ekspansi, dan Inovasi

c.One-stop Service: Multi-functional Librarians Serving Multi-tasking Customers

d.Memberikan pelayanan on-line 24 jam

e.Menyediakan Koleksi dan akses informasi dan pengetahuan dalam multi-format

f.Menambah nilai pada informasi dan pengetahuan (adding value)

g.Manajemen Pengetahuan

h.Melayani individu atau kelompok dalam Jaringan

i.Melayani pengguna sebagai Mitra

j.Meningkatkan information skills and literacy

Kebutuhan Baru akan Tenaga Perpustakaan

a.Menjalankan multi-fungsi

b.Menjadi mitra bagi pengguna

c.Menjadikan pengguna mitra dalam pekerjaan perpustakaan

d.Proaktif terhadap kemungkinan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan e.ICT dan ilmu pengetahuan

f.Memanfaatkan dan mengelola ICT

g.Menerapkan konsep-konsep manajemen yang baru termasuk dalam hal h.hubungan dengan pengguna

Dari beberapa materi yang disampaikan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Perkembangan ICT dan ilmu pengetahuan memaksa perpustakaan perguruan tinggi untuk melakukan perubahan besar-besaran dari manajemen informasi ke manajemen pengetahuan,
  • Perpustakaan perlu melakukan transformasi dari:

– penjaga ke penambah nilai pada perpustakaan dan informasi, dari koleksi tercetak ke digital,

– dari pemain pasif ke peserta aktif dan dinamis dalam penciptaan pengetahuan pengguna

–  dari training library skills ke  information skills.

Faktor penentu keberhasilan perpustakaan:

– SDM dengan sikap & pemahaman yang benar akan pelayanan

– Dukungan & komitmen manajemen puncak

– Sistem pelayanan (SOP) yang solid

– Infrastruktur (peralatan) yang memadai

Demikian, informasi yang dapat disampaikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja Perpustakaan.

Bandung, 2 Juni 2009

Hilman Firmansyah

pelatihan topas

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: