Elit Politik dan Sepak Bola

Elit Politik dan Sepak bola

Tahun 2009 merupakan momen pesta demokrasi Indonesia yang sangat panjang penuh trik dan intrik. Dimulai dari Pemilihan Legislatif sampai pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Proses demokrasi pun berkembang dimulai dari penyusunan UU dan Peraturan Pemilu, Persiapan Pemilu sampai Proses Pemilu. Ada hal yang menarik bila melihat dari kacamata elit politik Indonesia pada masa kampanye legislatif dan pilpres saat ini. Ibarat seorang penonton sepak bola yang selalu meneriakan pemain idolanya ataupun pemain dari tim lawan. Jika pemain kesayangannya salah, penonton seolah lebih tahu dimana letak kesalahannya, misal bola seharusnya jangan ditendang langsung tapi diumpan dulu dengan umpan yang matang baru terjadi gool indah dst. nya. Selalau saja penonton lebih tahu dari para pemain, karena mereka memperhatikan dengan seksama selama 90 menit atau bahkan lebih.

Demikian pula bila kita melihat perkembangan elit politik di tanah air, caleg maupun  capres ibarat penonton sepak bola yang seolah lebih tahu segalanya tentang permainan, mereka menyaksikan dengan seksama di luar lapangan, sesekali berteriak dan tepuk tangan, tak merasakan betapa capeknya, betapa susahnya, betapa bingungnya untuk menguasai permainan . Caleg dan capres/elit politik merasa dirinya yang paling tahu dengan mengeluarkan statement untuk melakukan perubahan, dan perbaikan ke arah yang lebih baik dan menjanjikan.

Mari beranalisis, pengalaman membuktikan tidak sedikit caleg di masa lalu yang mengumbar janji perbaikan dan perubahan, namun kenyataannya nol besar, malahan sering kita lihat di TV di setiap rapat dewan banyak kursi yang kosong melompong, tak berpenghuni, mereka banyak yang mangkir dari tugas dan tanggung jawabnya.

Demikia pula pada Capres dan Cawapres saat ini, yang notabene adalah merupakan muka-muka lama di kursi empuk pemerintahan Republik Indonesia. Masyarakat tahu betul kapasitas dan kapabilitas Capres dan Cawapres saat ini, keenam kontestas merupakan muka lama.

Walaupun dengan segunung promosi dan janji kampanye, sebagian masyarakat tahu persis bagaimana ketika dia mencicipi jabatan yang diamanatkan oleh 200 juta lebih rakyat Indonesia, baik sebagai Menteri, Presiden maupun Wakil Presiden.

Tidak sadarkah polah perilaku selalu jadi tontonan rakyat. Dagelan yang dipertontonkan, menambah penderitaan rakyat yang semakin terhimpit dengan berbagai kebutuhan ekonomi, yang kian hari dirasakan amat berat.

Bermainlah dengan cantik dan fair play dengan sportivitas tinggi dalam berkampanye dan berdemokrasi di alam PEMILU 2009.

HIDUP INDONESIA KU, SEMOGA MENJADI NEGERI YANG DAMAI, TENTRAM, ADEM AYEM, GERAP RIPAH LOH JINAWI. SEMOGA ALLOH SUBHANAHU WATAAL MENGIRIMKAN PEMIMPIN YANG ADIL DAN BIJAKSANA.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: