PEMASYARAKATAN PERPUSTAKAAN DAN MINAT BACA MELALUI WORKSHOP GERAKAN BUDAYA BACA MASYARAKAT

PEMASYARAKATAN PERPUSTAKAAN DAN MINAT

BACA MELALUI WORKSHOP GERAKAN

BUDAYA BACA MASYARAKAT

Berbicara tentang minat baca dan budaya baca tidak akan pernah habis, bahkan masih tetap menjadi masalah yang aktual bagi masyarakat Indonesia, demikian paparan Dra. Titin Nurhayatin, M.Pd. dosen FKIP-UNPAS pada acara workshop yang diadakan oleh BAPUSIPDA pada hari Selasa, 14 Juli 2009.

Kegiatan workshop tersebut dibuka oleh Wagub Jawa Barat H. Dede Jusuf dan dihadiri oleh 200 peserta terdiri dari Ibu-ibu PKK Provinsi Jawa Barat, Ikatan Pustakawan Indonesia, Perpustakaan Kab/Kota, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi, Masyarakat Literasi Indonesia, Masyarakat Pemustaka Jawa Barat, Guru-guru dan beberapa undangan lainnya. Wagub pada sambutannya sangat apresiatif terhadap acara tersebut, bahkan ketika menyaksikan kabaret (cerita musikal) yang diambil dari kisah dongeng di Perpustakaan yang dibawakan oleh anak-anak PAUD asuhan Ibu Heni (pengasuh PERCIL Pikiran Rakyat), beliau sangat antusias dan memberikan penghargaan tinggi atas karya tersebut. Wagub menganjurkan agar cerita-cerita rakyat Jawa Barat juga dapat diangkat dan diperkenalkan kepada anak-anak. Selanjutnya Wagub mengatakan bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang berdas yang masyarakatnya gemar membaca. Membaca harus diperkenalkan secara dini kepada anak-anak, agar setelah dewasa menjadi terbiasa, dan akhirnya budaya baca di Jawa Barat meningkat.

Bapusipda sebagai penyelenggara acara tersebut mengajak semua komponen masyarakat untuk turut membumikan budaya baca di Jawa Barat sehingga IPM 80 pada tahun 2016 di Jawa Barat dapat tercapai, dan visi misi Jawa Barat mandiri, dinamis dan sejahtera dapat diwujudkan.

Ada beberapa hal yang sangat menarik pada acara tersebut antara lain:

1. Minat baca masyarakat Indonesia berdasarkan data BPS 2006 sangat rendah dibandingkan dengan menonton TV dan mendengarkan radio, hal ini disampaikan oleh Ibu Yusi Fitri, WK Pokja PKK Jawa Barat) sbb:

Membaca

23,5%

Menonton TV

85,9%

Mendengarkan radio

40,3%

2. Isue strategis di bidang perpustakaan disampaikan oleh Kepala BAPUSIPDA Jawa Barat:

–           PERPUSTAKAAN UNTUK KITA SEMUA ( LIBRARY FOR ALL )

–           RENDAHNYA APRESIASI MASYARAKAT TERHADAP PERPUSTAKAAN

–           RENDAHNYA MINAT BACA MASYARAKAT

–           RENDAHNYA DAYA BELI MASYARAKAT YANG BERIMPLIKASI TERHADAP TIDAK TERJANGKAUNYA MEMBELI BAHAN BACAAN

–           MASYARAKAT MAYORITAS TERSEBAR DI PEDESAAN

–           KURANGNYA SARANA BELAJAR MASYARAKAT

–           PERPUSTAKAAN SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

–           PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MASYARAKAT SEPANJANG HAYAT

–           ERA GLOBALISASI DAN ARUS INFORMASI BERKEMBANG PESAT

–           BELUM TERSOSIALISASIKANNYA UNDANG – UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2007 TENTANG PERPUSTAKAAN

3. Ibu Ninis meyoroti masalah pentingnya perpustakaan komunitas. Perpustakaan Komunitas menurut Ninis (2009) adalah pusat pembelajaran informal yang dikelola secara swadaya oleh komunitas tertentu atau seorang manajer dan berkaitan erat dengan upaya pengembangan masyarakat melalui kegiatan literasi. Kegiatan literasi disesuaikan dengan karakteristik, minat dan ketertarikan bidang dari komunitas sasaran. Tujuannya menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kemampuan literasi untuk mencapai masyarakat berbudaya literasi/masyarakat pembelajar.

4. Di samping hal tersebut untuk mewujudkan budaya baca di Jawa Barat, sebaiknya dilakukan sejak dini, oleh karena itu peran orang tua khususnya Ibu sangat penting, sebagaimana disampaikan oleh Tantowi Yahya bahwa “Ibuku adalah perpustakaan pertamaku”. Dari seorang ibulah sang anak diperkenalkan dengan berbagai hal. Bila sejak kecil anak sudah diperkenalkan dengan membaca, maka kebiasan tersebut akan terbawa pada fase selanjutnya.

5. Peran guru juga sangat penting dalam mewujudkan budaya baca masyarakat Jawa Barat khususnya kepada anak didik/siswa, karena guru merupakan panutan bagi anak didiknya. Bila gurunya rajin membaca, dan menganjurkan kebiasa membaca pada anak didiknya, maka akan tercipta masyarakat yangt gemar membaca sejak dini. Namun demikian hal tersebut tidak akan mudah diwujudkan, karena prosentase guru yang suka membaca pun masih sangat rendah. Di samping itu sarana  dan prasarana perpustakaan sebagai komponen penting untuk mewujudkan budaya baca juga masih kurang baik secara kualitas maupun kuantitas di bandingkan dengan sebaran penduduk di Jawa Barat.

Dari beberapa permasalahan dan solusi yang dikemukan pada kegiatan workshop tersebut, mudah-mudahan dapat ditemukan formula manjur untuk mewujudkan peningkatan minat baca masyarakat Jawa Barat sebagau awak untuk mewujudkan budaya baca di Jawa Barat.

Bandung, 15 Juli 2009

Hilman Firmansyah,

(Kepala UPT Perpustakaan Unpas, Pengurus IPI Jawa Barat, dan Pengurus FPPT Jawa Barat)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: