Perpustakaan adalah surga ku

PERPUSTAKAAN ADALAH SURGA KU

Surga merupakan dambaan setiap manusia. Untuk mencapai hal tersebut manusia dianjurkan untuk senantiasa berusaha, berusaha dan berusaha, dengan cara, upaya dan tempat menuju kebaikan, baik dunia maupun akherat. Surga adalah alam akherat yang membahagiakan roh manusia yang hendak tinggal di dalamnya (dalam keabadian) (Balai Pustaka, 2002).

Dalam Az-zumar:9 dijelaskan bahwa …”Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”.  Sesungguhnya yang dapat menerima pelajaran adalah orang-orang yang berakal”.

Perpustakaan merupakan tempat yang baik untuk menggapai semua itu. Banyak hal yang bisa diperoleh di perpustakaan untuk menuju tujuan akhir yang didambakan setiap manusia, karena di perpustakaan berkumpulnya berbagai ilmu, baik ilmu pengetahuan dunia maupun ilmu akherat yang tersusun dalam susunan, menurut Dewey dikelompokkan sebagai berikut: Karya umum, filsafat, agama, sosial, ilmu murni, ilmu aplikasi/teknologi, seni, sastra, sejarah dan geografi.

Kelompok tersebut bila dijabarkan akan terdiri dari beribu-ribu bidang ilmu, misalnya kelompok sosial terdiri dari: sosiologi, kemasyarakata, politik, kenegaraan, ekonomi, hukum, pendidikan dll. Semua bidang ilmu ini bisa dipelajari di perpustakaan, akankah kita biarkan sumber daya informasi yang begitu penting ini kita biarkan begitu saja??.

Perpustakaan di samping memberikan berbagai pengetahuan bagi pustakawan dan anggotanya, juga memberikan pengalaman dan pergaulan yang amat luas dan berguna. Di perpustakaan kita dapat menelusur ke berbagai belahan dunia, baik melalui membaca, maupun dengan kecanggihan teknologi internet. Perkembangan zaman dan peradaban dunia pun di perpustakaan tersedia, sehingga kita dapat mengetahui irama zaman yang kita lalui. Perpustakaan merupakan sumber informasi dan inspirasi yang sangat berguna, sekecil apa pun informasi bila kita bisa memberdayakannya akan senantiasa bermanfaat.

Kemanfaatan perpustakaan tidak hanya terasakan sesaat saja, tidak mustahil hal ini akan menjadi kebermaknaan di akherat kelak. Keterbatasan usia manusia, menurut penelitian berkisar 60 tahun an, akan terasa panjang bila kita di usia kita memiliki makna. Hal ini terbukti bagi orang-orang yang berkarya dengan pengetahuan yang tersimpan di perpustakaan. Tidak sedikit pengarang buku yang ada di perpustakaan adalah orang-orang yang telah meninggal dunia, namun karena kebermaknaannya, karyanya  masih tetap hidup. Kalupun kita tidak bisa seperti para pengarang buku, kita bisa berupaya untuk turut menyebarluaskan pengetahuan yang dibutuhkan oleh para pembaca di perpustakaan. Kita bisa merujuk, menuntun para pembaca, dan bahkan kita bisa menjadi seorang konsultan yang bermanfaat bagi para pembaca. Hal ini akan menjadikan perpustakaan adalah surga ku.  Berjiwa tolongan menolong dan saling membantu akan tercipta di perpustakaan, bila kita memiliki niat dan ketulusan dalam memberikan layanan kepada para pembaca.

Demikian pula yang dialami penulis, sejak 1989 bekerja di perpustakaan, mendapatkan banyak manfaat dan anugerah yang sangat besar, tidak hanya mendapatkan pengetahuan, secara materi pun penulis mendapatkan hal yang membanggakan, tidak hanya dari instansi tempat penulis bekerja, dari para pembaca yang merasa terbantu pun penulis mendapatkan cukup banyak, baik berbentuk makanan, pakaian bahkan tak sedikit yang memberikan uang bagi penulis, karena mereka merasa terbantu. Namun yang paling penting adalah kebersamaan dengan anggota terjalin harmonis, hampir setiap hari di ruang kerja selalu berdiskusi baik tentang tugas perkuliahan anggota, konsultasi pengajuan judul penelitian, sampai pengolahan data.

Perpustakaan menjadi Surga, sarana mengarungi kehidupan, bahtera yang membawa dalam pencerahan dan kebahagiaan.

Di usia ke-20 tahun berupaya melebarkan sayap layanan, tak hanya melayani civitas akademika Unpas saja, tetapi juga layanan via internet, interaktif melalui webblog perpusunpas.wordpress.com dan intanghina.wordpress.com. Pada awal kemunculannya hanya sebagai pembelajaran dalam membuat tulisan dengan harapan siapa tahu dapat berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Semakin lama semakin bertambahlah artikel yang dibuat, kehausan kan mencari dan menyediakan informasi pun muncul, tak hanya yang ada kaitannya dengan bidang ilmu yang ada di civitas akademika Universitas Pasundan saja, tetapi bidang-bidang ilmu lain  berdasarkan keinginan pembaca di blog.

Perpustakaan menjadi sebuah ladang untuk mencari ilmu, menyebarluaskan dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh, dan yang paling utama adalah untuk menjadi hidup lebih bermakna bagi diri sendiri dan orang lain. Perpustakaan juga menjadi salah satu sarana menjalin kasing sayang antara orang tua dan anak, menambah persaudaraan dan menjalin silaturahmi.

Kreativitas, inovatif selalu muncul bila berada di perpustakaan. Berbekal informasi yang dicari oleh pembaca, rasa ketidak tahuan, dan rasa keingintahuan pun akan menuntun untuk terus berkarya dan bermakna.

Berdiskusi, dan saling tukar pikiran dengan para pembaca di perpustakaan menambah wawasan dan pengetahuan yang dimiliki, namun semua itu tidak akan berhasil bila pustakawan tidak memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Transformatif;

2. Kreativitas;

3. Inovatif;

Transformatif artinya bahwa pustakawan harus dapat mengemas informasi sesuai dengan keinginan pembaca di perpustakaan. Kreativitas artinya bahwa pustakawan harus memiliki kreativitas dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik bagi pembaca. Inovatif artinya bahwa pustakawan dituntut berjiwa pembaharu dalam memberikan layanan kepada pembaca sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan informasi. Pustakawan akan senantiasa berupaya untuk memuaskan pembaca, baik melalui layanan secara fisik dengan datang langsung ke perpustakaan, maupun melalui perpustakaan digital, dan layanan teknologi internet, bagi yang telah memilikinya. Keingin untuk berbagi pengetahuan dan bertukar informasi akan terjalin di perpustakaan, antara pustakawan dan anggotanya. Berdasarkan pengamatan bertahun-tahun di perpustakaan, tidak sedikit anggota yang memiliki kemampuan dan kelebihan dalam belajar dan memahami teknologi informasi, saling berbagi dengan pustakawan. Hal ini akan menambah nilai plus bagi pustakawan dan anggotanya.

Bila hal tersebut dimiliki oleh pustakawan, maka aroma surga akan terasakan di perpustakaan. Selamat menikmati surga nya Perpustakaan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: