KONFERENSI PERPUSTAKAAN DIGITAL INDONESIA (KPDI) 3: apa dan bagaimana?

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke 3 ini dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 2 – 4 Nopember 2010, bertempat di Hotel Horizon Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 121 Bandung. KPDI merupakan forum berskala nasional yang merupakan wadah bagi para pustakawan dan penyelenggara perpustakaan Indonesia untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman tentang berbagai aspek perpustakaan digital. Forum yang akan dilselenggarakan secara berkala setiap tahun ini diharapkan membuka peluang para peneliti, pengajar, dan praktisi di bidang perpustakaan, khususnya dalam hal pengelolaan perpustakaan digital. Dalam konferensi-konferensi sebelumnya telah dibahas sejumlah topik, mencakup ilmu komputer, ilmu perpustakaan dan informasi, manajemen pengetahuan (knowledge management), dan berbagai bidang ilmu sosial dan humaniora.

KPDI ke 3 dibuka oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Dra. Hj. Sri Sularsih, M.Si.). Pada sambutannya Ka Perpusnas menjelaskan akan pentingnya perpustakaan digital selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan globalisasi saat ini. Keberadaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia yang senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan. Tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki. Perpustakaan saat ini jika tak mau ditinggalkan oleh pemustaka, harus bisa mengikuti trens globalisasi informasi yang amat pesat perkembangannya.

Pentingnya perpustakaan digital juga disampaikan oleh Kepala Bapusipda Jawa Barat (Drs. H. Dedi Junaedi, M.Si.). Menurut Ka. Bapusipda, arus informasi dan teknologi saat ini sangat berkembang pesat, oleh karena itu kesiapan SDM perpustakaan sangat penting agar dapat mengelola informasi dengan baik dan bijak. Artinya perpustakaan tidak hanya penyedia informasi, tetapi pustakawan harus dapat memberikan arahan dan bimbingan penggunaan informasi serta teknologi dengan kearifan local yang dimiliki bangsa yang santun dan berbudaya.

KPDI 3 diikuti berbagai peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, baik peserta dari Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Kabupaten/Kota serta dari perpustakaan lainnya. Peserta yang hadir berjumlah 250 orang, didominasi oleh perpustakaan perguruan tinggi 55%, dan sisanya Perpustakaan Daerah Kabupaten/Kota serta perpustakaan khusus.

Tema KPDI 3 adalah Perpustakaaan Digital: Isu-isu Teknis, Strategis dan Masa Depan, yang bertujuan untuk membangun kesamaan persepsi di anara para peserta mengenai Perpustakaan Digital Nasional Indonesia dan kerangka kerjasama dalam pembangunan perpusakaan digital pada lingkup nasional. Adapun materi seminar merujuk pada tujuan penyelenggaraan diantaranya adalah: 1. Resource Sharing Sumber Daya TIK Untuk Peningkatan Kualitas Perpustakaan Digital, disampaikan oleh Dewa TIK Nasional (Ir. Zainal A. Hasibuan, PhD.) 2. Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional Indonesia: Arah dan Pencapaian, disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas: Dra. Lilik Soelistrowati, MM. 3. Pembangunan Perpustakaan Dalam Kerangka Jabar Cyber Province: dukungan Pemprov Jabar terhadap pembangunan perpustakaan, disampaikan oleh BAPPEDA PROVINSI JAWA BARAT. 4. E-Readiness di Wilayah Indonesia, disampaikan oleh Dirjen Aptel Kementrian Kominfo (Dr. Ir. Ashwin Sasongko, M.Sc.) 5. Pengarsipan Digital Sebagai Upaya Pelestarian Nilai-nilai Seni, disampaikan oleh DKJ: Jabatin Bangun. 6. Mengembangkan Sayap Garuda: Referensi Ilmiah Indonesia, disampaikan oleh Dra. Luki Wijayanti, MSi. 7. Liscensing and Copyright of Electronic Resources, disampaikan oleh Tanya Torres (Pustakawan Amerika Serikat). 8. Pengarsipan Digital Sebagai Upaya Pelestarian Budaya LOkal, disampaikan oleh Dr. Endo Suanda. 9. Web Archiving, disampaikan oleh Dr. Rusnah Johare 10. Pengembangan Perpustakaan Pertanian Mendukung Grand Design Perpustakaan Digital Perpustakaan Nasional RI, disampaikan oleh Drs. Maksum, MSi. 11. Pelestarian Naskah Nusantara Melalui Pengarsipan Digital, disampaikan Pustaka Bersama: Nasirudin 12. Mengelola Layanan Hukum Online oleh Andika Gunadarma 13. Mengelola Jaringan Perpustakaan PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam) disampaikan oleh Miswan, S.Ag., SIP., M.Hum. 14. Institutional Respository pada Perguruan Tinggi ITS disampaikan oleh Nurhasan. 15. Mengelolaa Repositori Digital Pada Media Massa: Kompas, disampaikan oleh Pepih Nugraha. 16. Implementasi Watermarking Pada Koleksi Perpustakaan Digital oleh Yoki Muchsam.

Dari berbagai materi yang disampaikan pembicara, yang paling menarik adalah berkaitan dengan etika dan kearifan dalam menggunakan kecanggihan teknologi informasi, jangan sampai arus informasi dan teknolog merusak budaya lokal dengan merubah ke arah liberalisasi yang sangat tidak sesuai dengan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Di sinilah peran pustakawan sebagai pengelola informasi harus dapat memberikan pendidikan bagi pemakainya, agar lebih arif dan bijak dalam menggunakan teknologi informasi.

Semoga dengan Konferensi Digitial Indonesia (KPDI) dapat meningkatkan kualitas perpustakaan, pustakawan dan bangsa Indonesia.

SELAMAT DAN SUKSES ATAS BERHASILNYA PENYELENGGARAAN KPDI 3.

2 Tanggapan to “KONFERENSI PERPUSTAKAAN DIGITAL INDONESIA (KPDI) 3: apa dan bagaimana?”

  1. yuli Says:

    tolong diupload dong pak, materi yg kmrn dah disampaikan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: