PENGARUH PRODUCT ASSORTMENT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI YOGYA DEPT. STORE CIKAMPEK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Peningkatan taraf hidup masyarakat dan perkembangan zaman telah mempengaruhi banyak hal, salah satunya gaya hidup dan kebutuhan yang semakin meningkat dan beragam. Masyarakat Indonesia dewasa ini, khususnya yang tinggal di daerah perkotaan merupakan konsumen yang berpikiran relatif maju. Mereka dihadapkan dengan bermacam-macam tawaran barang dan jasa sehingga mereka akan selalu memilih barang dan jasa yang terbaik sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pendapatan mereka. Perubahan zaman juga membuat terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam dunia bisnis. Saat ini konsumen lebih memiliki kekuasan yang menentukan di dalam dunia bisnis, sehingga konsumen lebih bebas memilih produk yang akan dikonsumsinya dan pada siapa mereka membeli produk tersebut. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar, untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk terdiri atas barang barang, jasa, pengalaman, events, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi dan ide. Jadi produk itu bukan hanya berbentuk sesuatu yang berwujud saja, seperti makanan, pakaian, dan sebagainya, akan tetapi juga sesuatu yang tidak berwujud seperti pelayanan jasa. Semua diperuntukkan bagi pemuasan kebutuhan dan keinginan (need and wants) dari konsumen. Konsumen tidak hanya membeli produk sekedar memuaskan kebutuhan (need), akan tetapi juga bertujuan memuaskan keinginan (wants). Misalnya membeli bentuk sepatu, gaya, warna, merek, dan harga yang menimbulkan/mengangkat prestise. Menurut Buchari Alma (2000) “Apabila seseorang membutuhkan suatu produk, maka terbayang lebih dahulu ialah manfaat produk, setelah itu baru mempertimbangkan faktor-faktor lain di luar manfaat. Faktor-faktor itulah yang membuat konsumen mengambil keputusan membeli atau tidak”. Suatu tantangan paling besar dihadapi oleh setiap perusahaan adalah masalah pengembangan produk. Pengembangan produk dapat dilakukan oleh personalia dalam perusahaan dengan cara mengembangkan produk yang sudah ada. Dan dapat pula menyewa para peneliti guna menciptakan produk baru dengan model-model yang sesuai. Perusahaan yang tidak mengadakan atau tidak mampu menciptakan produk baru akan menghadapi resiko seperti penurunan volume penjualan, karena munculnya pesaing yang lebih kreatif, adanya perubahan selera konsumen, munculnya teknologi baru dalam proses produksi. PT. Yogya Dept. Store Cikampek yang berlokasi di Jalan Ahamad Yani Cikampek merupakan salah satu perusahaan retailer yang bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan kebutuhan pokok dan sehari-hari, baik makanan dan minuman. PT. Yogya menyediakan produk yang cukup banyak dan beragam sehingga konsumen dapat memilih produk sesuai dengan keinginannya, sesuai dengan Motto Yogya “Pilihan Keluarga Bijak”. Penting bagi retailer untuk menjadikan produk yang beranekaragam karena adanya kecenderungan dalam diri konsumen yang menghendaki barang-barang yang beragam, sehingga dengan bermacam-macam produk yang disediakan diharapkan dapat memberikan dorongan dan pilihan bagi konsumen untuk membeli produk yang saling melengkapi dalam berbelanja. Penyediaan keragaman produk (produk assortment) yang baik tidak hanya akan menarik minat tetapi dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk berbelanja. Hal ini memungkinkan mereka menjadi pelanggan yang setia dan pada akhirnya dapat mencapai sasaran dan tujuan perusahaan. Saat ini terdapat banyak pusat perbelanjaan dan toko-toko eceran di Indonesia. Demikian pula halnya di wilayah Kota Cikampek dan sekitarnya banyak bermunculan Shopping Center, Supermarkets, dan Toserba. Diantaranya Superindo, Pojok Busana, Alpha Midi, dan Indo Mart. Hal ini tersebut tentu saja menyebabkan persaingan diantara toko-toko eceran yang ada karena konsumen menjadi banyak pilihan tempat-tempat berbelanja, sehingga para retailer tersebut harus bersaing dalam memperebutkan konsumen serta mempertahankan konsumen yang telah ada. Salah satu yang dapat dilakukan oleh para retailer untuk menghadapi persaingan tersebut adalah dengan melakukan strategi pemasaran. Dalam melakukan strategi pemasaran, retailer harus mengetahui dan memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumennya. Oleh sebab itu perusahaan dituntut untuk bersikap “Consumer Oriented” yaitu melakukan kegiatannya dengan berfokus pada kebutuhan konsumennya. Hal tersebut disebabkan karena pasar penjual telah bergeser menjadi pasar pembeli dimana konsumen mempunyai pengaruh besar dalam menentukan terjadinya pembelian. Oleh karena itu perusahaan hendaknya mengetahui perilaku konsumen, apa yang mereka inginkan dan sukai menjadi penting bagi perusahaan dalam menentukan strategi yang akan dikembangkan. Pihak pemasaran harus menyadari adanya kecenderungan konsumen untuk melakukan kegiatan berbelanja pada satu tempat tertentu yang menyediakan berbagai jenis barang/jasa yang mereka butuhkan. Hal tersebut ditandai dengan munculnya beberapa tempat belanja yang menyediakan berbagai macam keperluan konsumen dalam satu lokasi yang nyaman dan memudahkan mereka untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan. Perkembangan pola beli konsumen yang menginginkan suatu pasar yang dirasakan lebih nyaman dan dan lebih lengkap menjadi titik lahirnya pasar modern, selain gaya hidup masyarakat yang cenderung memilih keleluasaan dan kecepatan dalam membeli serta berubahnya status sosial mereka yang akan berpengaruh besar terhadap pola belanjanya. Pasar modern saat ini telah menjadi salah satu pilihan utama bagi konsumen untuk berbelanja, karena dirasakan paling mendekati keinginan konsumen serta memberikan beberapa keunggulan antara lain: 1. Keberadaan suatu toko yang nyaman. 2. Penataan terhadap produk berdasarkan jenisnya akan memudahkan bagi konsumen dalam mencari barang yang dibutuhkan. 3. Sistem swalayan membuat konsumen merasa lebih bebas menentukan barang tanpa perlu bergantung pada pramuniaga. 4. Penggunaan teknologi menjadikan belanja lebih mudah dan cepat. 5. Waktu belanja lebih leluasa karena pasar modern mempunyai jam kerja yang lebih panjang daripada pasar tradisional. (http://www.kompas.com) Dengan melihat peluang pasar tersebut, maka telah hadir Yogya Dept. Store di tengah masyarakat Cikampek yang letaknya sangat strategis yaitu di Jl. Ahmad Yani Cikampek. Namun demikian pesaing Yogya Dept. Store di Cikampek tidak sedikit, seperti Alfa Midi, Indo Mart, dan Superindo Cikampek. Berdasarkan fenomena di atas, maka perusahaan harus memiliki strategi perusahaan yang jitu, sehingga dapat menarik konsumen untuk berbelanja ke Yogya Dept. Store. Fenomena tersebut sangat menarik penulis merasa perlu untuk mengetahui bagaimana mereka melakukan proses keputusan pembelian konsumen yang meliputi; pengenalan masalah, pencarian informasi, pemilihan alternative dan memutuskan pembelian serta evaluasi pasca pembelian akan produk atau pelayanan di Yogya Dept. Store Cikampek. Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan seorang konsumen untuk bisa memutuskan apakah dia mau membeli barang atau jasa atau tidak, antara lain: mungkin karena pelayanan yang dilakukan oleh para karyawan tokonya itu sangat baik, mungkin karena display toko yang menarik perhatian, atau juga mungkin karena ada suatu proses komunikasi yang memberitahukan kepada calon pembeli ini untuk membeli di perusahaan tertentu saja, dan masih banyak lagi berbagai alasan yang dapat menentukan seseorang mau membeli barang atau jasa yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk meneliti salah satu faktor yang dapat menentukan seseorang agar mau membeli suatu produk atau jasa yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan. Faktor yang penulis pilih untuk dijadikan kajian penelitian adalah kelengkapan produk. Semua ritel menghadapi masalah mengenai strategi yang paling dasar yaitu jenis format ritel untuk memperoleh keuntungan yang bersaing dan dapat menopang keseluruhan rencana kerja ritel tersebut. Komponen yang paling kritis menurut Utami (2008:165) dalam keputusan ini adalah menentukan kelengkapan barang dagangan yang akan ditawarkan pada pelanggan. Keputusan tentang barang dagangan terhambat oleh keterbatasan dana yang tersedia untuk diinvestasikan dalam barang dagangan dan keterbatasan ruang yang tersedia dalam toko. Sebelum pelaksanaan penelitiaan ini, peneliti melakukan observasi lapangan dan dapat di temukan beberapa masalah seperti: tidak adanya keterlibatan produk, kurangnya pengetahuan konsumen akan produk dan jasa perusahaan, kurangnya penyampaian pesan perusahaan pada media masa, tidak adanya pembicaraan langsung antara perusahaan dan konsumen. Kemudian dapat di kemukakan pula data kuantitatif mengenai jumlah konsumen yang berbelanja ke Yogya Dept. Store periode Oktober s/d Desember tahun 2010, seperti yang ada pada table 1.1 di bawah ini: Table 1.1 Jumlah Konsumen Yogya Dept. Store Nopember – Desember 2010 No Bulan Jumlah konsumen Persentase ( % ) 1 Oktober 650 31.55 2 Nopember 570 27.67 3 Desember 840 40.78 Jumlah 2060 100.00 Sumber : Yogya Dept. Store Cikampek 2010 Dari table 1.1 tersebut menunjukkan bahwa pengunjung Yogya berfluktuatif dari bulan Oktober s.d. Desember 2010. Pengunjung tertinggi pada bulan Desember sebesar , pada bulan Nopember 40.78%, sedangkan terendah pada bulan Nopember sebesar mengalami penurunan 21.67%. Dengan berbagai masalah yang di temukan, perinsip-perinsip teori yang telah dikemukakan dan data kuantitatif yang mendukung pada kelengkapan produk tersebut telah jelas merupakan topik yang menarik untuk di teliti lebih lanjut dan sangat mempengaruhi terhadap keptusan pembelian di Yogya Dept. Sotre Cikampek. Di mana kepuusan pembelian konsumen merupakan suatu respon atau tanggapan positif dari pelanggan terhadap suatu perusahaan atas produk dan jasa yang di hasilkan perusahaan, dan dalam hal ini pengulangan dan rutinitas untuk melakukan pembelanjaan di Yogya Dept. Store. Adapun masalah yang menjadi tidak loyalnya konsumen di Yogya Dept. Store tersebut di karenakan: 1. Harga yang di tawarkan lebih tinggi di bandingkan dengan perusahaan lain. 2. Kurangnya pelayanan yang di berikan kepada konsumen. 3. Kurangnya pengetahuan tentang produk dan jasa yang di tawarkan oleh perusahaan. Berdasarkan pemaparan latar belakang penelitian di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh dengan melakukan penelitian yang berjudul: “PENGARUH PRODUCT ASSORTMENT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI YOGYA DEPT. STORE CIKAMPEK” 1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah Pada era persaingan modern yang berkembang seperti sekarang ini kebutuhan berbelanja sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti yang telah di jelaskan sebelunnya, peneliti menemukan berbagai masalah yang terjadi dalam perusahaan seperti; kurangnya kejelasan pesan yang di sampaikan perusahaan kepada konsumen, kurangnya penyampaian pesan perusahaan kepada media masa, dan kurangnya kesiapan menerima layanan perawatan. Untuk itu perusahaan akan lebih baik jika memperhatikan kelengkapan produk. Kelengkapan produk harus lebih hati-hati. Ide dan pemikiran tidak hanya difokuskan pada jenis barang namun juga fasilitas pendukung maupun pelayanan yang menyertainya. 1.2.2 Rumusan Masalah Dari identifikasi masalah di atas, maka peneliti mencoba merumuskan beberapa masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana tanggapan responden mengenai kelengkapan produk di Yogya Dept. Store Cikampek. 2. Bagaimana proses keputusan pembelian konsumen di Yogya Dept. Store Cikampek. 3. Seberapa besar pengaruh kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian konsumen di Yogya Dept. Store Cikampek. 1.3 Tujuan Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan, khususnya tentang kelengkapan produk di Yogya Dept. Store Cikampek yang selanjutnya untuk bahan analisis data. Serta tujuan di lakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Tanggapan responden mengenai kelengkapan produk di Yogya Dept. Store Cikampek. 2. Proses keputusan pembelian konsumen di Yogya Dept. Store Cikampek. 3. Pengaruh kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian konsumen di Yogya Dept. Store Cikampek. 1.4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan dan bermanfaat, sejalan dengan tujuan penelitian di atas. Hasil penelitian ini di harapkan dapat berguna baik secara akademis maupun praktis, seperti: • Kegunaan secara akademis: a. Diharapkan menjadi bahan refisian acuan yang bermanfaat bagi pengkajian dan penelitian yang sejenis, sehingga bermanfaat bagi ilmu pengetahuan di bidang pemasaran khususnya mengenai kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian konsumen. b. Pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan kerja serta institusi pendidikan, diharapkan dapat menghasilkan masukan guna salah satu evaluasi terhadap kurikulum yang berlaku. • Kegunaan Praktis: 1. Bagi Penulis  Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman penulis khususnya mengenai kelengkapan produk sekaligus untuk memperdalam pengetahuan dalam bidang manajemen pemasaran pada umumnya.  Penelitian ini di harapkan dapat menambah masukan dan pengalaman penulis dalam mengaplikasikan atau mempraktekkan ilmu yang telah di dapatnya. 2. Bagi Perusahaan Penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan masukan di dalam pengambilan keputusan khususnya tentang kelengkapan produk dan keputusan pembelian di Yogya Dept. Store Cikampek. 3. Bagi Pihak Lain Sebagi referensi bagi pihak lain yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut dan diharapkan akan menambah wawasan dan pengetahuan bagi yang membacanya, terutama mengenai kelengkapan produk dan keputusan pembelian konsumen. 1.5 Lokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dalam penyusunan skripsi ini adalah di Yogya Dept. Store Cikampek Jalan Ahmad Yani Nomor 200, sedangkan waktu penelitian yang penulis lakukan dari bulan Januari 2011 sampai dengan bulan April 2011.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: