Seminar dan Workshop Nasional How to Market The Hybrid Libraries

Seminar dan Workshop Nasional tentang Hybrid Library Marketing

Seminar dan workshop yang diselenggarakan oleh FPPTi dan FPPTi Wilayah DKI Jakarta berlangsung selama 2 hari (24-25 Nopember 2011) bertempat di Gedung Baru Perpustakaan Universitas Indonesia kampus Depok.

Kegiatan dibuka oleh Ketua FPPTi Wilayah DKI Jakarta (Ibu Endang Ernawati) yang pada pembukaannya menyatakan bahwa perpustakaan yang sudah semakin berkembang pesat dibalut oleh teknologi komunikasi yang semakin maju, sebaiknya semakin gencar pula memasarkan produknya.

Pembicara pada seminar diantaranya adalah Prof. Bachtiar Aly (Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia), Onno W. Purba (Pakar Perpustakaan),  Ms Karen Vanesa Salamat Cruz, MLIS (Direktur Perpustakaan BINUS), Aditya Nugraha MS (Kepala Perpustakaan PETRA), Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit (Pakar Teknologi Komunikasi), Drs. Agus Rusmana, MA (Pakar Ilmu Perpustakaan), Fuad Gani, SS., MA. (Pakar Ilmu Perpustakaan).

Di samping kegiatan tersebut, pada tempat yang sama diadakan pula Rakornas FPPT yang dipimpin langsung oleh Ibu Luky Wijayanti dan Bapak Abdurahman, serta FGD (Forum Group Discusion) tentang Portal Garuda.

Pada sesi pertama Prof. Bachtiar Ali menyampaikan bahwa perpustakaan harus dipasarkan baik ilmu maupun produknya. Perpustakaan sesuai dengan perkembangannya harus dapat dipadukan antara perpustakaan digital dan konvensional. Perpustakaan konvensional sangat dibutuhkan terutama untuk ajang sosialisasi dan dikusi antara pembaca serta pustakawan. Selanjutnya beliau juga menyarankan agar setiap perpustakaan dapat melakukan studi banding agar dapat mengukur kondisi perpustakaan saat ini. Dengan mengetahui kondisi perpustakaan, kita selanjutnya dapat menentukan langkah-langkah bagi pengembangan perpustakaan, salah satunya adalah dengan jalan promosi perpustakaan. Untuk keberhasilan dalam pemasaran sebaiknya memahami positioning perpustakaan dan target audience yang diharapkan.

Sedangkan pada sesi yang sama Onno W.P. yang terkenal dengan copy-left nya menyatakan dengan kondisi perpustakaan saat ini memudahkan dalam menyusun program pemasaran karena bisa memanfaatkan jejaring social seperti facebook, twiter dll. Keterlibatan pembaca di perpustakaan saat ini bisa dimanfaatkan sehingga rasa memiliki dan kepedulian terhadap perpustakaan semakin meningkat. Selanjutnya juga beliau menyarankan agar pustakawan tidak hanya sebagai konsumen pengetahuan tetapi harus sudah bisa menjadi produsen, caranya yaitu dengan menulis dan menulis, berbagi pengetahuan kepada masyarakat pembaca.

Adapun pembicara lainnya yaitu Aditya lebih menekankan pada even  yang diselenggarakan oleh perpustakaan. Perpustakaan sudah harus berpikir tidak hanya untuk civitas akademikanya saja,misalnya dengan memperhatikan lingkungan social dan perkembangan kota, contoh pada hari batik, Perpustakaan sebagai penyelenggara pawai batik di Surabaya yang dilakukan oleh Pustakawan Petra, serta berbagai kegiatan lainnya. Kegiatan tersebut merupakan suatu kegiatan marketing yang sangat penting.

Demikian secuil yang dapat dilansir dari berbagai kegiatan, mudah2an dapat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: